Sabtu, 26 Desember 2020

Sawang Sinawang : Apa Yang Mereka Rasakan, Tak Sebanding Dengan Yang Kau Rasakan

 
Dulu, ak pernah iri pada teman yang cantik. 
Setiap kali berjalan dengannya, semua orang memandangnya. 
Belasan tahun kemudian bertemu lagi, hampir tak mengenalnya. 
Wajahnya berjerawat, badanny 2x lebih besar dariku. Kulitnya menghitam. 
Ia menderita penyakit kulit akibat terlalu sering memakai produk kecantikan ilegal.⁣⁣
⁣⁣
Dulu, aku pernah iri pada tetanggaku, rumahnya besar nan megah layaknya istana kerajaan, mobilnya bagus bermerek Mercedes Benz. Kalau bertemu di acara resepsi hajatan, perhiasan berupa gelang emas berkilau di tangan & lehernya panjang bersinar tersorot lampu tembak. Tak lama setelah aku pindah, aku melihatnya di TV, ia meninggal karena dibunuh seseorang yang mengaku sebagai mitra bisnisnya, karena utang milyaran rupiah yang tak kunjung ia bayar.⁣⁣

Dulu, aku pernah iri pada temanku, ia selalu cerita pacarnya tampan seperti Arya Saloka pemeran Aldebaran di sinetron Ikatan Cinta , anak orang kaya yang bekerja sebagai direktur perusahaan kilang minyak tengah laut, kuliah jurusan bisnis administrasi di luar negeri, tepatnya di Los Angeles, Amerika Serikat. Kemudian aku tahu, ia dibawa lari pacarnya untuk melakukan kumpul kebo, lalu hamil di luar nikah akibat pengaruh pergaulan bebas di negeri orang yang liberal, & sekarang ia ditinggalkan. Mereka bercerai setelah bayi hasil hubungan diluar nikah itu dititipkan ke panti asuhan.⁣⁣

Dulu, iri pada teman senamku. Ia mau kuliah S3 di negara tetangga, Singapura. Pulang ke Indonesia sebulan sekali untuk menemui keluarga besarnya. Aku marah pada suamiku yang tak mengizinkanku kuliah lagi dengan alasan fokus urus anak. Belakangan, aku sering baca status medsos suaminya. Lalu aku tahu, mereka bercerai karena suaminya selingkuh, karena temanku lebih memilih pria lain di negara tempatnya kuliah. Keluarganya berantakan setelah sidang perceraian soal harta gono-gini jadi polemik di kemudian hari tak kunjung usai.⁣⁣

Dulu, aku iri pada sahabatku. Ia selalu masuk sekolah favorit lantaran punya uang sogokan yang lumayan besar sampai jutaan rupiah. Kuliah di universitas terkenal lantaran nilai Ujian Nasionalnya bagus berkat kunci jawaban. Lulus tes CPNS dengan mudah dan gampang dapat lowongan di Kantor Kedinasan karena pak dhe nya adalah Kepala Dinas yang ditakuti dan dihormati. Tapi bulan kemarin ia menghubungiku. Mau pinjam uang karena Gajinya tak cukup untuk membayar semua cicilan barang yang ia beli di toko online dengan sistem kredit.⁣

⁣Dulu, aku iri pada teman sekolah SMP ku. Ia selalu rangking 1 tiga tahun berturut-turut sejak kelas 1 s/d kelas 3. Guru-guru menyukainya karena cerdas dan berbakat dibidang mata pelajaran tertentu. Lalu kuliah di universitas terkenal di Bandung. Kerja di perusahaan besar yang baru saja menanam modal di kawasan industri Tangerang. Teman-teman memujinya setinggi langit. Tapi kemarin ia menyapaku di media chatting. Minta pekerjaan baru dan tempat tinggal baru. Ia baru saja di PHK oleh perusahaan dimana ia bekerja, Perusahaan tempatnya bekerja baru saja bangkrut akibat omset penjualan produk yang merosot tajam akibat krisis ekonomi pada tahun 1998 silam.⁣⁣

Hidup itu sawang sinawang. Apa terlihat indah, belum tentu seindah aslinya. Apa yang dulu kamu sesali, bisa jadi sekarang kamu syukuri. Ketika dulu menangis karena tak bisa seperti orang lain, sekarang bilang Alhamdulillah telah menjadi dirimu sendiri. Kunci nikmati hidup adalah bersyukur. Apa yang kamu lihat di orang lain belum tentu seperti apa yang kamu kira. Setiap orang diuji dengan cara yang berbeda menurut selera Tuhan yang memberinya nikmat.⁣⁣

⁣Mungkin ada yang iri melihatku nampak hidup enak. Padahal aslinya, aku juga mengalami pahitnya kehidupan dan kerasnya perjuangan menuju keberhasilan demi kehidupan yang hakiki.⁣⁣


Penulis: Tunimbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pumas UNAM

  Pumas UNAM Adidas